Kamis, 02 Mei 2019

Tugas Jaringan Komputer Pertemuan 5



MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN


1.        Topologi BUS

Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.



 


  •     Karakteristik topologi BUS :
-  Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
-    Sangat sederhana dalam instalasi.
-    Sangat ekonomis dalam biaya.
-    Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
-    Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.
-    Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

  •    Kelebihan topologi BUS :
-    Tidak memerlukan sumber daya kabel yang banyak .
-    Biayanya juga lebih murah dibanding dengan topologi lainnya.
-    Tidak terlalu rumit jika kita ingin menambah jangkauan jaringan.
-    Sangat sederhana.
  •    Kekurangan topologi BUS :
-    Tidak cocok untuk Trafic (lalu lintas) jaringan yang padat.
-    Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
-    Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
-    Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

2.        Topologi STAR
Topologi star atau yang sering disebut juga sebagai star network merupakan salah satu topologi jaringan komputer yang paling sering digunakan.  Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah. Bentuk konsep topologi star layaknya sebuah bintang dengan titik pusatnya ialah perangkat pusat dan terdapat lima buah perangkat komputer yakni host yang terhubung secara langsung ke titik pusat atau perangkat pusat tersebut sehingga menghasilkan bentuk seperti bintang. Hal ini tentu saja hanya sebatas sebuah gambaran konsep dari topologi star, dan jumlah host yang dapat terhubung juga tidak terbatas lima host saja.



 


  •   Karakteristik topologi  STAR :
-      Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
-    Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (hub), di- Broadcast keseluruh node yang terhubung, dimana jumlah node sangat banyak (misalsanya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan menurun dan semakin menurun.
-      Sangat mudah di kembangkan.
-      Jika salah satu Ethernet card rusak atau salah satu kabel pada terminal putus, maka seluruh jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keselurhan tersebut.
-      Tipe kabel yang sering digunakan biasanya kabel UTP.

  •   Kelebihan topologi STAR :
- Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer kedalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktivitas jaringan yang sedang berlangsung.
-     Apabila satu komputer mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
-    Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi setiap kabel yang berbeda.

  •   Kekurangan topologi STAR :
-    Memiliki satu titik kesalahan, yaitu terletak ada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal beroperasi.
-      Membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point.
-      Jumlah terminal terbatas, tergantung pada port yang ada ada hub.
-       Lalu lintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.


3.        Topologi RING :
Topologi ring merupakan jenis dari topologi jaringan yang mana bentuk dari rangkaiannya masing masing tersambung pada dua titik yang lainnya, Sehingga dapat membentuk seperti jalur lingkaran menyerupai bentuk cincin. Biasanya kabel yang digunakan pada topologi ring ini adalah kabel BNC yang tidak terdapat ujung sehingga tidak membutuhkan terminator. Untuk membentuk jaringan cincin ini, setiap sentral perlu dihubungkan seri antara satu dengan yang lainnya sehingga akan membentuk hubungan loop tertutup. Dalam sistem topologi jaringan ini, setiap sentral memang dirancang untuk bisa berinteraksi dengan sentral yang jaraknya berdekatan ataupun berjauhan. Sehingga topologi ring ini memang memiliki kemampuan untuk bisa melakukan switching ke segala arah workstation.

  •   Karakteristik topologi RING :
-    Node node dihubungkan secara serial disepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaram
-      Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
-      Paket-paket  data dapat mengalir dalam satu arah (ke kiri atau ke kanan) sehingga Collision dapat di hindarkan.
-    Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
-      Tipe kabel yang biasa digunakan adalah kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

  •   Kelebihan topologi RING :
-       Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadi collision dapat dihindarkan.
-       Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan sever.
-      Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat karena data dapat bergerak ke kiri atau kekanan.
-       Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

  •   Kekurangan topologi RING :
-   Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan memengaruhi keseluruhan jaringan.
-      Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
-      Sulit untuk melakukan configurasi ulang.


4.        Topologi MESH
Topologi mesh disebut juga dengan topologi jala karena bentuknya yang menyerupai jala. Untuk pengertian topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat saling terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang berada dalam satu jaringan.  Pada topologi mesh atau topologi jala setiap perangkat dapat berkomunikasi secara langsung dengan adanya perangkat lain karena perangkat saling terhubung secara langsung atau bisa disebut dengan istilah dedicated links. Komunikasi yang ada pada topologi mesh berjalan relatif cepat dan biasanya digunakan untuk membangun jaringan dengan skala yang tidak terlalu besar.
  •   Karakteristik topologi MESH :
-     Memiliki hubungan yang berlebihan antar peralatan yang ada.
-    Setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain dalam sebuah susunan.
-  Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.

  •   Kelebihan topologi MESH :
-       Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
-       Terjaminnya kapasitas channel komunikasi karena memiliki hubungan yang berlebih.
-       Relatif lebih mudah dalam melakukan troubleshoot.

  •   Kekurangan topologi MESH :
-     Ketika jumlah komputer dan peralatan -peralatan yang terhubung semakin meningkat, akan sangat sulit melakukan instalasi dan konfigurasi ulang.
-      Diperlukan biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.


5.        Topologi TREE
   Topologi tree atau sering disebut dengan topologi pohon adalah topologi jaringan komputer yang merupakan kombinasi dari topologi STAR dan BUS. Secara hirarki penyusunannya topologi tree ini merupakan kumpulan dari topologi star yang dihuhubungkan dengan topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau bleckbone. Topologi pohon ini sering juga disebut dengan topologi bertingkat. Dalam penggunaanya topologi ini sering digunakan digunakan untuk interkoneksi antar heirarki yang berbeda. Untuk hirariki yang rendah pada topologi ini digambarkan pada lokasi yang rendah, sedangkan untuk hirarki yang lebih tinggi akan digambarkan pada lokasi yang lebih tinggi.



  •   Karakteristik topologi TREE :
-      Antar kelompok melakukan komunikasi yang dilakukan melalui sebuah hub
-      Pusat data dan kendali jaringan berada dan diatasi oleh hub pusat
-   Didalam kelompok jaringan yang membentuk sebagai topologi star akan menyebabkan adanya pengelompokan atau klasifikasi pada tiap tingkatan.
-     Kabel utama yang berperan sebagai backbone atau tulang punggung yang berfungsi sebagai penghubung jaringan.

  •  Kelebihan topologi TREE :
-   Pemasangan kabel didalam topologi tree tergolong mudah, hal ini karena satu perangkat komputer hanya memerlukan satu port I / O.
-      Mendukung untuk diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
-   Pada topologi tree memungkinkan untuk mengaktifkan fungsi repeater yang terdapat didalam sebuha hub. Dimana nantinya jaringan ini dapat menjangkau jarak yang lebih luas.
-      Topologi tree memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point.
-       Penerapan dan pengembangan dari topologi ini tergolong mudah.
-      Jaringan yang dibangun dengan topologi tree mempunyai kemudahan untuk dikembangkan kedalam jaringan yang lebih luas.

  •  Kekurangan topologi TREE :
-      Cara kerja jaringan pohon yang diterapkan pada topologi tree ini cenderung lebih lamban
-  Adanya kabel yang berperan sebagai backbone yang berada di posisi bawah akan berpengaruh pada pusat dari topologi tree yang dipasang.
-   Jaringan yang terpasang menggunakan topologi tree sangat bergantung pada hub yang berperan sebagai pengendali pusat.
-    Untuk melakukan komunikasi antara satu komputer dengan komputer lainnya maka harus melalui trasmisi melalui sebuah hub. Dengan kata lain, komunikasi dua parangkat komputer tidak dapat dilakukan secara langsung.
-      Proses pendeteksian kesalahan yang terjadi pada jaringan tergolong minim.



SEMOGA BERMANFAAT :)

Kamis, 04 April 2019

Tugas Jaringan Komputer Pertemuan 3


REPEATER, BRIDGE DAN NIC

1.        Repeater
Repeater pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris ‘repeat’ yang berarti pengulangan. Jika diartikan dari suku kata, maka repeater dapat diartikan sebagai pengulang kembali, ataupun jika disempurnakan dalam sebuah bahasa, maka repeater merupakan alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar perangkat ini.
Jika dikaji secara bahasa teknis, maka pengertian repeater adalah alat yang berguna untuk menguatkan signal. Dengan alat ini, signal yang lemah dapat ditingkatkan daya jangkaunya sehingga dapat digunakan untuk cakupan wilayah yang lebih luas.



   





  •   Fungsi Repeater
1.    Memperluas daya jangkau signal server
Fungsi yang pertama dari alat ini adalah untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal lemah, maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat maka daya jangkaunya akan lebih luas.
2.    Mengcover berbagai wilayah minim signal dari server
Dengan menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal dapat dapat lebih mudah untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal yang lemah dibuat menjadi lebih kuat oleh alat ini.
3.    Memudahkan akses signal WiFi
Dengan signal yang lebih kuat tentunya para pengguna perangkat yang membutuhkan signal dapat lebih mudah mengakses signal tersebut. Salah satu penerapan dari alat ini adalah pada signal WiFi.
4.    Meneruskan dan memaksimalkan signal
Fungsi yang keempat adalah meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.
5.    Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data
Dengan signal yang lebih kuat proses pengiriman dan penerimaan data antar sesama pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika mobil melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
6.    Meminimalisir penggunaan kabel jaringan
Sistem kerja dari repeater adalah melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka penggunaan kabel yang ribet dan semrawut dapat dihindari.

  •  Kelebihan Repeater :
-      Dapat memperkuat sinyal.
-      Sebuah analog perangkat yang memperkuat input sinyal terlepas dari alam (analog atau digital).
-      Sebuah digital perangkat yang memperkuat dan membentuk ulang atau melakukan kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital untuk transmisi ulang.
-      Karena repeater berkerja dengan sinyal fisik yang sebenarnya, dan jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
-      Repeater bekerja pada lapisan fisik, di lapisan pertama dari model OSI.
  •   Kekurangan Repeater :
-      Repeater harus di tempatkan di tempat yang tinggi
-      Memperpanjang jarak fisik jaringan
-      Jangan serius mempengaruhi kinerja jaringan
-      Khusus terhubung media yang berbeda

2.        Bridge
Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama. Alat ini bekerja pada data Link layer model OSI (Open System Interconnection), Karena itu bridge bisa menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium access control yang tidak sama atau berbeda. Bridge juga adalah alat yang bisa mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya dan juga mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.




 



  •   Fungsi Bridge :
-  Untuk menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
-   Dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
-   Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
  •   Kelebihan Bridge : 
-      Mempermudah proses monitoring pada sebuah jaringan
-      Membantu keamanan data dari sebuah organisasi
-      Dapat di aplikasikan pada jaringan LAN
-      Dapat ditarik secara jarak jauh, dengan menggunakan Bridge wireless
-      Dapat memecah jaringan LAN menjadi jaringan yang lebih kecil
-      Menghemat biaya operasional
-      Mudah dalam mengaplikasikan Bridge

  •   Kekurangan Bridge : 
-      Fiturnya kebanyakan hanya terbatas pada konektivitas LAN
-      Tidak selengkap router dalam hal fitur – fiturnya.

  •   Prinsip dan Cara Kerja Bridge :
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing segmen jaringan komputer, dan hanya dapat memperbolehkan lalu lintas data yang memang dibutuhkan melintasi bridge. Saat menerima sebuah paket data, bridge akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau segmennya sama, paket data akan di tolak dan kalau segmennya tidak sama atau berbeda paket-paket data akan di teruskan ke segmen yang dituju. Dengan begitu bridge dapat mencegah pesan rusak supaya tidak menyebar keluar dari satu segmen. Bridge merupakan alat yang bekerja pada physical layer dan data link layer, sehingga dapat mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh bridge. Itulah prinsip atau cara kerja dari bridge.

3.        NIC (Network Interface Card)
NIC sebuah peralatan elektronik yang dibuat pada sebuah papan PCB yang akan melakukan konversi sinyal sehingga sebuah workstation bisa mengirim dan menerima data dalam jaringan. Sering disebut juga dengan Ethernet card, atau sering juga disebut LAN card. NIC merupakan kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi pada komputer Slot yang diperlukan bisa berupa slot PCI atau ISA. Selain itu terdapat juga beberapa card yang diperuntukkan khusus bagi laptop atau notebook dengan socket PCMCIA. Sedangkan untuk output portnya dapat berupa port BNC, AUI (Thick Ethernet), dan UTP.
Perangkat keras Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni: Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC Ethernet, yang dapat berupa Twisted-Pair (UTP atau STP), Thinnet, atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet). Hal pokok yang perlu diketahui dari perangkat jaringan komputer ini  yaitu type kartu ISA atau PCI dengan kecepatan 10 atau 10/100 Mbps, harus disesuaikan dengan tipe Ethernet HUB atau switching yang akan digunakan, jenis protocol dan jenis kabel yang didukungnya disamping itu juga mengesampingkan kwalitas produk. Komputer jenis terbaru tidak dilengkapi dengan slot ISA bahkan Network Interface umumnya merupakan Onboard system artinya sudah tersedia pada mainboard sehingga tidak perlu lagi dipasang Lan Card.



 



  •   Fungsi NIC :
- Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan komputer satu dengan komputer lain.
-     Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan informasi antar komputer.
-     Menghubungkan  jaringan local dengan jaringan internet.
-     Mengintegrasikan komputer dengan beberapa peralatan elektronik

  •  Kelebihan NIC :
-  Senang untuk menambah atau mengurangkan komputer Ndan mod tanpa mengganggu operasi yang telah dijalankan.
-     Kurang kabel dan jarak LAN tidak terbatas.
-     Murah
-     Sesuai untuk rangkaian yang kecil.
  •    Kekurangan NIC :
-    Jika kabel tulang belakang (backbone) atau nama - nama bosnya bermasalah rangkaian tidak dapat berfungsi, maka :
-     Memerlukan Terminator untuk kedua - dua hujung kabel tulang belakang.
Sukar mengesankan kerusakan. Perlu pengulan (repeater) jika jarak LAN jauh.
Persian tambahan diperlukan untuk mengelakkan pelanggaran (collision) data.

  •  Prinsip Kerja NIC :
NIC bekerja pada lapisan fisik, di mana data dipecah menjadi bit kemudian dikirim melalui jaringan ke komputer lain yang kemudian dirangkai kembali menjadi data utuh. Setiap NIC memiliki kode unik tersendiri, artinya cuma ada satu, yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut dengan MAC Address (Media Access Control). Tujuan adanya MAC address adalah untuk menghindari tabrakan antar data di jaringan. Misalnya node akan mengirimkan paket data, maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang mengirimkan paket data atau tidak. Jika node melihat jaringan tidak melakukan pengiriman paket data, maka node akan melakukan pengiriman paket data.
Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node sedang mengirimkan paket data, maka akan terjadi collision. Jika terjadi collision, maka node dan jaringan akan berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data. Setelah berhenti, node dan jaringan akan menunggu waktu secara acak untuk mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirim kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini sering dinamakan metode CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access/Collison Detection), yaitu pengurusan bagi pengiriman data oleh komputer/node secara serentak.


Semoga bermanfaat:)

MAKALAH OFFENSE AGAINST INTELLECTUAL PROPERTY

MAKALAH OFFENSE AGAINST INTELLECTUAL PROPERTY Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi ...